Lembata , || wartapers.com - Didi Putri, Person in Charge (PIC) PIJAR Indonesia dari CTARSA Foundation, menyampaikan pesan penting mengenai peran pendidikan dalam mengatasi kemiskinan pada acara pisah sambut relawan Program PIJAR (Pergi Mengajar) di Lembata. Dalam kesempatan tersebut, Didi Putri menekankan bahwa pendidikan adalah langkah utama untuk memutuskan rantai kemiskinan di Indonesia, termasuk di daerah terpencil seperti Lembata.
Acara pisah sambut ini digelar sebagai bentuk penghargaan kepada Muhamad Faris Alhikam, Guru Muda Relawan yang telah memberikan kontribusi besar di SD Inpres Hamahena, selama setahun terakhir, dan kini akan diteruskan oleh Dea Amalia Salsabila, Guru Muda Relawan yang baru. Dalam sambutannya, Didi Putri mengingatkan bahwa pendidikan merupakan "kunci untuk membuka pintu kesuksesan" dan memberi kesempatan kepada anak-anak bangsa, terutama mereka yang berada di garis kemiskinan.
"Pendidikan adalah kunci memutus kemiskinan. Tanpa pendidikan yang memadai, anak-anak kita akan terus terjebak dalam lingkaran kemiskinan. Pendidikan adalah investasi terbesar yang bisa kita berikan untuk masa depan mereka," ujar Putri, pada Jumat, 16/12/2024.
Sebagai PIC PIJAR, Didi Putri juga menegaskan bahwa PIJAR Indonesia terus berkomitmen mendukung akses pendidikan bagi anak-anak di daerah kurang mampu, termasuk di SD Inpres Hamahena. Ia berharap program ini dapat memberikan dampak jangka panjang, baik dalam aspek akademik maupun dalam menciptakan peluang ekonomi bagi para peserta didik.
Acara yang digelar di Aula SD Inpres Hamahena, Kecamatan Ile Ape Timur, Kabupaten Lembata, menjadi momen bersejarah dengan berpamitannya Muhamad Faris Alhikam yang telah mengabdi sebagai guru relawan selama satu tahun, dan digantikan oleh Dea Amalia Salsabila. Selain dihadiri kepala SD Inpres Hamahena dan staf guru, acara ini juga dihadiri oleh Kepala SD Inpres Tokojaeng beserta staf guru, serta para murid dari kedua sekolah. Tampak juga Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Lembata, Anselmus Asan Ola, yang hadir sebagai tamu kehormatan CTARSA Foundation.
Didi Putri dalam pidatonya kembali menyampaikan pesan mendalam tentang pentingnya pendidikan untuk meraih masa depan yang lebih baik. "Pendidikan adalah hak setiap anak. Kami ingin memastikan anak-anak di daerah terpencil seperti Hamahena, yang sempat terkena bencana banjir Seroja, mendapatkan pendidikan berkualitas yang membuka banyak peluang," ujarnya.
Putri juga menambahkan bahwa pendidikan bukan hanya tentang pengetahuan, tetapi juga tentang memberi kesempatan pada anak-anak untuk meraih cita-cita mereka dan keluar dari kemiskinan. "Dengan pendidikan yang baik, kita memberi mereka peluang untuk mengubah nasib dan meraih masa depan yang lebih cerah. Sebagaimana peribahasa mengatakan, 'Pendidikan adalah kunci memutus kemiskinan, dan ilmu adalah warisan yang tak akan habis.'"
Program PIJAR adalah inisiatif dari CTARSA Foundation yang didirikan oleh Chairul Tanjung dan Anita Ratnasari Tanjung pada tahun 2005. Program ini bertujuan untuk memberdayakan pendidikan dan kesehatan sebagai upaya untuk memutuskan rantai kemiskinan di Indonesia.
Dea Amalia Salsabila, guru relawan yang menggantikan Faris, dalam testimoninya mengungkapkan rasa optimisme terhadap anak-anak di Hamahena. "Anak-anak di sini memiliki semangat belajar yang tinggi. Meskipun tantangan yang dihadapi cukup besar, semangat mereka untuk terus belajar dan berjuang demi masa depan mereka tetap luar biasa," kata Dea.
Kepala SD Inpres Hamahena, Emanuel Tana, menyampaikan apresiasi mendalam kepada CTARSA Foundation dan para relawan. "Kehadiran guru muda dari CTARSA Foundation memberikan semangat baru bagi guru-guru dan siswa. Kami percaya, dengan dedikasi guru-guru seperti Dea dan Faris, anak-anak kami akan semakin semangat belajar dan meraih cita-cita mereka," ujar Emanuel.
Acara ini ditutup dengan penyerahan kenang-kenangan dari Faris sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi yang telah diberikan kepada lembaga pendidikan dan para siswa. "Mari kita bersama-sama memastikan tidak ada anak yang tertinggal dalam perjuangan ini. Pendidikan adalah kunci masa depan mereka," tutur Faris. Didi Putri mengharapkan agar program seperti PIJAR dapat terus berjalan dan menjangkau seluruh pelosok Indonesia, terutama daerah-daerah terpencil. "Pendidikan adalah kunci untuk membuka masa depan yang lebih cerah," tegasnya.
Sebagai informasi, SD Inpres Hamahena dan SD Inpres Tokojaeng sebelumnya terletak di desa masing-masing—Desa Waimatan untuk SD Inpres Hamahena dan Desa Lamawolo untuk SD Inpres Tokojaeng. Namun, akibat bencana banjir Seroja, kedua sekolah ini terpaksa bergabung dalam satu gedung untuk melakukan pembelajaran bersama.
Pihak CTARSA Foundation juga mengharapkan doa dan dukungan dari masyarakat Lembata untuk pembangunan gedung SD Inpres Tokojaeng, agar pendidikan di daerah ini dapat terus berkembang dengan baik dan merata.
Dengan hadirnya program seperti PIJAR dan semangat bersama untuk memajukan pendidikan, harapannya akan lebih banyak anak-anak Indonesia, terutama di daerah terpencil, yang dapat mengakses pendidikan yang layak, dan pada gilirannya, memutuskan rantai kemiskinan demi masa depan yang lebih baik. Sebagaimana pepatah mengatakan, "Dimulai dari pendidikan, masa depan yang cerah akan tercipta."
Pewarta :sabatani
Editor: redaksi