Notification

×

Iklan

Iklan

Bank NTT dan Pemerintah Pusat Bersinergi Pulihkan UMKM NTT

Jumat, 24 Januari 2025 | Januari 24, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2025-01-24T13:08:19Z

 



Kupang, || wartapers.com - Bank NTT kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah dengan menggelar pertemuan strategis bersama Deputi Kementerian Perekonomian dan Gubernur NTT terpilih, Melki Laka Lena, pada Kamis (23/1/2025). Pertemuan ini berfokus pada langkah pemulihan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di NTT yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian lokal.


PLT Direktur Utama Bank NTT, Yohanis Landu Praing, memaparkan berbagai tantangan yang dihadapi lembaga keuangan daerah tersebut dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu kendala utama adalah tingginya angka Non-Performing Loan (NPL) yang membuat Bank NTT kehilangan kuota penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR).


“Kami berharap ada kebijakan baru dari pemerintah pusat yang memungkinkan Bank NTT kembali mendapatkan kuota KUR. UMKM adalah sektor yang sangat strategis, terutama bagi perekonomian di NTT,” ujar Yohanis.


Menanggapi hal tersebut, Deputi 1 Kementerian Perekonomian Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN, Ferry Irawan, menyampaikan dukungannya terhadap upaya pemulihan Bank NTT. Menurutnya, sektor UMKM di NTT memiliki potensi besar karena didukung oleh sumber daya alam yang melimpah di bidang pariwisata, pertanian, dan peternakan.


“Langkah konkret yang dapat dilakukan adalah penghapusan kredit macet atau write-off untuk menurunkan NPL. Ini akan membuka ruang bagi Bank NTT untuk kembali menyalurkan kredit secara lebih efektif,” kata Ferry. Ia juga menambahkan perlunya perbaikan tata kelola dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) di Bank NTT agar lebih kompetitif dan akuntabel.


Dalam pertemuan ini, Gubernur terpilih Melki Laka Lena juga menyoroti pentingnya dukungan pemerintah pusat untuk mendorong pertumbuhan UMKM di NTT. “Potensi sektor UMKM di NTT sangat besar. Jika dikelola dengan baik, ini bisa menjadi motor penggerak ekonomi daerah dan berkontribusi signifikan bagi perekonomian nasional,” tegas Melki.


Bank NTT mencatat bahwa saat ini telah berhasil membiayai sekitar 16 ribu UMKM dari total 200 ribu unit usaha kecil yang tersebar di seluruh wilayah NTT. Beberapa produk lokal bahkan sudah menembus pasar ritel besar seperti Alfamart dan Indomart, menandakan potensi besar yang dimiliki UMKM NTT untuk berkembang lebih jauh.


Yohanis menambahkan bahwa tren perbaikan NPL mulai terlihat berkat upaya penagihan dan penyelamatan kredit bermasalah yang dilakukan secara konsisten. Namun, ia menegaskan bahwa dukungan dari pemerintah pusat tetap menjadi kunci untuk mempercepat pemulihan.


Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara Bank NTT dan pemerintah pusat. Dengan berbagai solusi yang telah dirumuskan, Bank NTT diharapkan dapat kembali berperan aktif dalam penyaluran KUR, mendorong perkembangan UMKM, dan memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi di NTT.


“Kami optimis, dengan sinergi yang baik antara pemerintah daerah, pusat, dan lembaga keuangan, UMKM di NTT dapat terus berkembang dan menjadi pilar utama ekonomi daerah,” tutup Yohanis.



Pewarta: sabatani

Editor: redaksi 

×
Berita Terbaru Update