Notification

×

Iklan

Iklan

Proyek P3-TGAI Di Desa Banyubesi Hingga Kini Belum Ada Perbaikan , Pihak Desa Bungkam..!

Jumat, 31 Januari 2025 | Januari 31, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2025-01-31T12:49:40Z

Foto : Kondisi fisik proyek P3-TGAI yang alami rusak parah.


Bangkalan, || wartapers.com - Proyek saluran irigasi yang berada di dua titik yang berbeda di Desa Banyubesi Kecamatan Trageh Kabupaten Bangkalan tepatnya di Dusun Bijjenan dan Dusun Leggung di keluhkan Warga setempat dan hingga saat ini belum dilakukan perbaikan. 


Pasalnya Proyek yang menggunakan Dana Desa (DD) baru di rampungkan pada tanggal 29 Oktober 2024 tiba tiba roboh dan rusak parah pada tanggal 15 Januari 2025 ,Artinya proyek saluran irigasi yang memakai uang belanja negara itu hanya berumur tidak kurang dari 75 hari saja ,  melihat kondisi fisik yang seperti itu bisa disimpulkan adanya dugaan penyelewengan anggaran akibat minimnya kualitas serta  mutu pada proyek tersebut dinilai buruk dan tidak tahan lama. 


Awalnya warga memang sudah sempat curiga ketika proyek irigasi tersebut di mulai tanpa di sertai Papan informasi, dan salah satu warga berinisial M sudah pernah menanyakan kepada penanggung jawab proyek tersebut mengapa tidak terpasang papan informasi. 


" kok tidak ada papan informasi mas..?" tanya warga tersebut. 

Dengan singkatnya pihak penanggung jawab menjawab pertanyaan dari warganya.

"ya mas nanti saya pasang" singkat penanggung jawab proyek P3-TGAI tersebut. 


Dalam pemantauan memang benar adanya dilokasi konstruksi pekerjaan proyek tersebut tidak terlihat papan , terdengar desas desusnya mengenai transparansi ini pihak terkait melakukan pemasangan papan informasi , namun lebih mengejutkan setelah dilakukan pemasangan papan informasi tersebut kemudian dicabut kembali,  hal ini hanyalah sekedar formalitas atau cara mengelabuhi publik. 


“Kami sebagai warga curiga proyek hanya untuk kejar tayang karena sengaja dikerjakan di akhir tahun 2024 dan kualitas dari pekerjaan itu saya pastikan tidak akan bagus dan benar, karena papan informasi saja sudah tidak ada biar apa ..?biar masyarakat tidak tahu dan ini jelas Alibi untuk mengelabui masyarakat” ungkap warga berinisial M tersebut Rabu, 12/08/2024.


Masih menurut narasumber “Jadi kami sebagai warga bertanya-tanya, ini proyek dari mana, anggarannya berapa, kontraktornya siapa? Maka pantas apabila proyek ini diduga proyek siluman karena tidak adanya transparasi,” imbuhnya.


Sementara di waktu yang berbeda ,warga juga menuturkan bagaimana mereka bisa ikut serta dalam mengawasi pekerjaan saluran irigasi tersebut, fakta dilapangan mereka tidak mengetahui dari mana sumber anggaranya dan masa kontrak dari pekerjaan proyek tersebut. 


" Perlu diketahui, hal ini kan sangat jelas berdasarkan UU, sesuai amanah Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) Nomor 14 Tahun 2008 dan Perpres Nomor 54 Tahun 2010 dan Nomor 70 Tahun 2012, dimana mengatur setiap bangunan fisik yang dibiayai oleh Negara wajib memasang papan nama proyek " imbuhnya .


Dan masyarakat juga berharap agar saluran Irigasi yang roboh segera di perbaiki karna sangat mengganggu tanaman padinya dan semua oknum yang terlibat dalam proyek irigasi ini agar segera di usut dan di tindak dengan hukum yang berlaku.


Dan saat tim saat menemui kerumahnya , Kepala Desa Banyubesi Moch Soleh, ia  tidak ada dirumah dan mencoba melakukan konfirmasi via WhatsApp namun tidak ada jawaban apapun , hingga saat itu tim langsung  melakukan peninjauan adanya informasi terkait proyek irigasi yang sudah rusak parah sehingga mengenai tanaman padi masyarakat. Hingga berita ini dipublikasikan pihak pemerintah desa tidak ada komentar. 



Penulis : tim

Editor: redaksi 



×
Berita Terbaru Update