Lembata, || wartapers.com - Kepala Dusun IV Tugu Nisa, Magdalena Sabu, mengatakan bahwa malam pergantian tahun baru 2025 merupakan momen istimewa untuk refleksi dan evaluasi bersama. “Malam ini, kita berkumpul bukan hanya untuk merayakan, tetapi juga untuk merenungkan perjalanan selama tiga tahun terakhir, sebagaimana tema kita: ‘Jamuan Kasih, Satu Dulang Sejuta Kenangan, Harmoni Rasa Salam Kebersamaan,’” ungkap Magdalena Sabu dalam acara yang berlangsung di balai dusun Tugu Nisa, Kamis, 2 Januari 2025.
Malam kebersamaan itu juga dimanfaatkan Magdalena Sabu untuk menyampaikan laporan kinerja periode 2022-2024 sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada masyarakat. “Laporan ini bertujuan agar seluruh warga mengetahui, mengevaluasi, dan menilai kegiatan yang telah kami laksanakan, baik di bidang pemerintahan, pembangunan, maupun sosial kemasyarakatan,” ujarnya.
Magdalena menyoroti perkembangan jumlah penduduk di Dusun Tugu Nisa, yang meningkat dari tahun 2022 sampai Desember 2024. “Meskipun ada pertumbuhan, kita juga kehilangan 16 warga selama periode tersebut. Ini adalah pengingat bahwa kita perlu terus menjaga kesehatan dan kesejahteraan bersama,” tambahnya.
Magdalena juga melaporkan penambahan inventaris penting untuk dusun. “Kami kini memiliki tambahan peralatan seperti kursi, peralatan olahraga, dan perlengkapan dapur. Semua ini berkat dukungan warga, termasuk para perantau di Malaysia dan Brunei, yang menyumbangkan kostum olahraga untuk mendukung kegiatan kita,” jelasnya.
Dalam laporan keuangan, Magdalena menyampaikan bahwa dukungan finansial dari para perantau menjadi bukti bahwa meski jauh, mereka tetap peduli terhadap kemajuan dusun ini,” katanya. Ia juga menyebutkan bahwa proposal pembangunan balai dusun berhasil mengumpulkan Rp13.550.000, termasuk sumbangan dari politisi lokal.
Magdalena menambahkan bahwa kegiatan kejuaraan olahraga rutin menjadi bagian penting dari semangat kebersamaan di dusun. “Dari kejuaraan 17 Agustus hingga malam tahun baru, kita berhasil mengumpulkan Rp3.695.000. Ini menunjukkan antusiasme warga dalam mendukung kegiatan bersama,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa tema “Jamuan Kasih, Satu Dulang Sejuta Kenangan, Harmoni Rasa Salam Kebersamaan” mencerminkan nilai-nilai gotong royong dan persatuan. “Ini bukan hanya tentang jamuan fisik, tetapi juga tentang bagaimana kita menyatukan hati dan pikiran untuk membangun dusun yang lebih baik,” katanya.
Magdalena mengajak warga untuk terus menjaga semangat tersebut. “Kita perlu saling mendukung dan bekerja sama. Evaluasi ini adalah langkah awal untuk merencanakan masa depan yang lebih baik,” tegasnya.
Ia juga berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu pelaksanaan program-program dusun. “Dukungan dari warga, perantau, dan para pemangku kepentingan adalah bukti nyata bahwa kita bisa maju jika bekerja bersama,” tuturnya.
Magdalena menutup sambutannya dengan harapan baru untuk tahun 2025. “Kesederhanaan adalah kunci. Mari kita lanjutkan kerja keras dan kebersamaan untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik di dusun ini,” pungkasnya.
Acara malam ramah-tamah kemudian diakhiri dengan doa bersama dan jamuan sederhana yang diikuti oleh seluruh warga. Suasana kehangatan dan persaudaraan yang terjalin malam itu menjadi pengingat akan pentingnya persatuan dan harmoni di Dusun Tugu Nisa.
Pewarta : Sabatani
Editor: redaksi