KUPANG , || wartapers.com - Bank NTT bersiap menjadi penyalur Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Nusa Tenggara Timur. Targetnya, program ini bisa mulai berjalan pada tahun ini atau paling lambat tahun depan.
Kepala Divisi Corporate Secretary dan Legal (Corsec) Bank NTT, Frans Bolitobi, mengungkapkan bahwa pihaknya tengah melakukan berbagai pembenahan agar bank daerah ini siap menyalurkan KUR. Menurutnya, kepercayaan publik terhadap Bank NTT terus meningkat, sehingga menjadi momentum yang tepat untuk memperluas peran dalam pembiayaan UMKM.
"Kami sedang melakukan pembenahan. Mudah-mudahan, kalau Tuhan mengizinkan, tahun ini atau tahun depan Bank NTT sudah bisa menyalurkan KUR," ujar Frans dalam acara yang digelar di Sonaf Room Suba Suka Resto, Kupang, Jumat (31/1).
Selain skema KUR, Bank NTT tetap menjalankan program pembiayaan lain seperti Kredit Merdeka, yang selama ini telah menjadi andalan dalam mendukung perekonomian daerah. Kredit Merdeka memberikan akses permodalan yang lebih fleksibel bagi pelaku usaha kecil agar mereka bisa berkembang tanpa terbebani skema pinjaman yang terlalu berat.
Frans juga menjelaskan bahwa Bank NTT sedang menjalin Kerja Sama Usaha Bersama (KUB) dengan Bank Jatim. Kerja sama ini dilakukan karena modal inti Bank NTT belum mencapai Rp 3 triliun, syarat minimum yang harus dipenuhi agar bank daerah ini tetap beroperasi sebagai bank umum.
"Bank NTT karena modalnya belum cukup, maka kita KUB dengan Bank Jatim. Puji Tuhan, kerja sama ini bisa berjalan dengan baik," kata Frans.
Ia menekankan bahwa kerja sama dengan Bank Jatim harus didukung oleh citra positif dalam pemberitaan. Hal ini penting karena Bank Jatim sudah masuk dalam Initial Public Offering (IPO), sehingga setiap informasi yang beredar dapat mempengaruhi kepercayaan investor.
"Kita butuh berita yang baik, karena investor pasti akan berpikir ulang jika ada berita negatif," tegasnya.
Sebagai bank milik daerah, Bank NTT berkomitmen untuk terus bekerja secara profesional demi memberikan manfaat bagi masyarakat NTT. Frans berharap semua pihak, termasuk media, bisa turut mendukung upaya ini agar Bank NTT semakin maju dan berkontribusi lebih besar dalam perekonomian daerah.
"Ke depan, kita akan memiliki pemimpin baru. Namun, yang pasti, kami akan bekerja secara profesional untuk membangun Bank NTT yang lebih baik," katanya.
Pada kesempatan tersebut, Frans juga menyampaikan apresiasinya kepada awak media yang hadir, meskipun cuaca sedang hujan. Baginya, kerja sama antara Bank NTT dan media merupakan bagian penting dalam membangun citra positif dan meningkatkan kepercayaan publik terhadap bank daerah ini.
"Saya ucapkan banyak terima kasih kepada rekan-rekan media yang telah meluangkan waktu untuk hadir meski hujan. Semoga jalinan kerja sama ini terus berjalan dengan baik untuk pembangunan daerah, khususnya Bank NTT ke depan," ujar Frans.
Sebagai mantan Kepala Divisi Riset dan Pengembangan, Frans bertekad untuk melanjutkan program yang telah dirintis oleh pimpinan sebelumnya. Salah satu pencapaian penting yang disebutnya adalah keberhasilan Bank NTT dalam menghimpun dana sebesar Rp 3 triliun pada akhir Desember 2024 melalui kerja sama dengan Bank Jatim.
"Pencapaian ini adalah hasil kerja keras bersama, dan puji Tuhan kita bisa mencapainya," ungkapnya.
Dengan pengalaman 24 tahun di Bank NTT, Frans optimistis bahwa bank ini akan terus berkembang dan semakin memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan pembangunan di NTT.
Langkah Bank NTT untuk menjadi penyalur KUR tentu menjadi kabar baik bagi pelaku UMKM di NTT. Skema pembiayaan ini diharapkan dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi lokal, membuka peluang usaha baru, serta membantu masyarakat yang selama ini kesulitan mendapatkan akses permodalan.
Di tengah persaingan industri perbankan yang semakin ketat, Bank NTT tetap berpegang pada visinya untuk menjadi bank daerah yang kompetitif, profesional, dan mampu memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Dengan kerja sama yang solid, serta dukungan dari berbagai pihak, Bank NTT optimistis dapat terus berkembang dan menjadi pilar utama dalam pertumbuhan ekonomi NTT.
Pewarta: sabatani
Editor: redaksi