Lembata ,||wartapers.com - Sebanyak 58 kepala satuan pendidikan dari tingkat TK/RA, SD/MII, SMP/MTS dan SMA/SMK/MA se-Kabupaten Lembata berkumpul dalam evaluasi perpustakaan yang digelar Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Lembata, Kamis, (6/5/2025). Evaluasi ini bertujuan untuk meningkatkan mutu perpustakaan sekolah serta mendukung literasi peserta didik melalui berbagai program strategis.
Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Lembata, Anselmus Asan Ola, mengungkapkan bahwa perpustakaan memiliki peran penting dalam ekosistem pendidikan. “Perpustakaan bukan sekadar tempat menyimpan buku, tetapi pusat pembelajaran yang harus aktif dan berkembang sesuai kebutuhan zaman,” ujarnya.
Salah satu program unggulan yang menjadi fokus dalam evaluasi ini adalah Perpustakaan Goris Keraf Goes to School. Program ini merupakan inisiatif Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah yang bertujuan mendekatkan bahan bacaan berkualitas kepada siswa.
Melalui program ini, pemerintah daerah melakukan pendistribusian buku ke berbagai sekolah. “Kami ingin memastikan bahwa anak-anak di seluruh pelosok Lembata memiliki akses yang sama terhadap bacaan bermutu,” kata Anselmus.
Selain pendropingan buku, pengembangan perpustakaan sekolah juga menjadi agenda penting. Menurut Anselmus, perpustakaan di sekolah harus lebih dari sekadar ruang penyimpanan. “Kita ingin perpustakaan menjadi ruang yang nyaman, menarik, dan merangsang minat baca siswa,” lanjutnya.
Untuk mencapai tujuan tersebut, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah juga menggandeng berbagai pihak dalam upaya meningkatkan pengelolaan perpustakaan. Kerja sama dengan komunitas literasi, perguruan tinggi, dan organisasi non-pemerintah diharapkan bisa memperkuat kapasitas para pustakawan serta guru dalam mengelola koleksi buku dan aktivitas literasi.
Evaluasi perpustakaan ini juga menjadi wadah berbagi pengalaman bagi para kepala satuan pendidikan. Mereka berdiskusi tentang tantangan yang dihadapi dalam mengelola perpustakaan serta mencari solusi bersama guna meningkatkan efektivitas layanan perpustakaan di sekolah masing-masing.
Beberapa sekolah melaporkan bahwa kendala utama dalam pengelolaan perpustakaan adalah keterbatasan tenaga pustakawan serta kurangnya minat baca siswa. Oleh karena itu, ke depan akan ada program pendampingan bagi sekolah-sekolah untuk mengembangkan kegiatan menarik di perpustakaan, seperti sesi mendongeng, klub baca, hingga pemanfaatan teknologi digital.
Kepala Bidang Pengembangan Perpustakaan yang juga sebagai Plt. Sekretaris DKP, Frans Sabaleku pada kesempatan itu menegaskan bahwa upaya penguatan perpustakaan sekolah akan terus dilakukan secara berkelanjutan. “Kami berkomitmen untuk memastikan bahwa perpustakaan menjadi jantung pembelajaran di sekolah-sekolah kita,” tuturnya.
Dengan adanya evaluasi ini, diharapkan perpustakaan di sekolah-sekolah Lembata dapat lebih berkembang dan berkontribusi dalam membentuk generasi muda yang gemar membaca serta memiliki wawasan luas.
Pewarta: sabatani
Editor: redaksi