Bangkalan, wartapres.com - Suasana penuh khidmat dan kebahagiaan mewarnai acara Haflah Ikhtibar Madrasah Miftahun Najah Soket laok Gundul kecamatan Tragah Bangkalan Madura Minggu (23/2/2025) malam.
Acara ini menjadi momen istimewa bagi santri dan santriwati serta para wisudawan, yang telah menyelesaikan pendidikan mereka di (MDT) Miftahun Najah Tema kali ini yakni Tantangan guru madin mendidik murid di era digital’.
Milad dan Haflah Ikhtibar ini juga dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, mulai dari orang tua santri, tokoh agama, tokoh masyarakat dan pengasuh Miftahun Najah dan juga dihadiri KH. Ahmad ABU Haidar dari pamekasan serta para jamaah yang hadir untuk memberikan doa restu kepada para wisudawan. Acara pun semakin istimewa dengan adanya tausiyah.
H. MOH .Soleh selaku Pimpinan yayasan Miftahun Najah Soket laok Gundul yang menaungi MDT Miftahun Najah meminta guru madrasah diniyah (Madin) untuk meningkatkan kompetensi digital agar tidak ketinggalan dengan anak didiknya.
“Kepala madrasah, guru, dan pengawas madrasah agar terus meningkatkan kompetensi digital di era digital yang terus berkembang. Jangan pernah merasa puas dengan ilmu yang dimiliki, tetapi teruslah meng-upgrade diri agar tidak ketinggalan dengan kemampuan siswanya,”tegas ungkap H. MOH Soleh
Lanjut mengingatkan bahwa siswa masa kini sangat kritis. Jika mereka bertanya, bukan berarti karena mereka tidak tahu. Kadang, pertanyaan disampaikan untuk menguji kemampuan gurunya.
“Guru harus sadar di era teknologi seperti ini. Jika ada anak didik bertanya kepada guru, bukan berarti anak itu tidak tahu, tetapi bisa jadi menguji kemampuan gurunya. Sejauh mana gurunya memiliki kualitas. Kalau kita menjawab tanpa ilmu, bisa celaka kan? Karena anak didik kita yang nota bene generasi Z sangat akrab dengan dunia digital,” ujarnya.
Dirinya memberi arahan jangan pernah berhenti untuk terus berproses menjadi guru pembelajar. Jangan berhenti untuk terus belajar. Jika guru berhenti untuk berproses maju, maka pendidikan madrasah terus ketinggalan tetapi tidak meninggalkan ciri khas pendidikan madrasah.
“Kepada guru madrasah, tolong jaga kekhasan madrasah dengan baik. Jangan jadikan madrasah seperti sekolah. Biarkan sekolah berkembang sesuai wataknya. Tetapi madrasah harus menjaga keunikan sebagai tempat penggemblengan SDM yang berilmu secara integratif, memiliki skill yang unik, dan berakhlak mulia seperti spirit berdirinya madrasah yang tumbuh dari nilai-nilai ke masjidan dan pondok pesantren”, pesannya.
Sementara itu, kepala MDT Miftahun Najah Ghofur hanya berpesan kepada masyarakat dan orang tua para siswa didik di Bangkalan, khusunya di Soket laok dusun gundul agar mengajarkan ilmu agama sejak dini kepada anak-anaknya dan senantiasa memantau pergaulan anak-anaknya, dan penggunaan gadget, agar mereka terhindar dari dampak negatif media sosial.
“Anak-anak harus kita jaga, karena mereka adalah tabungan kita, masa depan kita, dan kebanggaan kita,” tegasnya.
Lebih lanjut Abdul Ghofur mendoakan anak- anak yang diwisuda, semoga ilmunya bermanfaat untuk keluarga, bangsa dan negara.
Juga menitipkan pesan penting kepada masyarakat yang hadir, bahwa sebanyak apapun uang yang kita punya tidak akan bisa dikirimkan ke alam kubur, namun yang bisa dikirimkan adalah doa anak sholeh dan Sholehah, oleh karena sangat penting mengajarkan ilmu agama kepada anak- anak kita.
“Mau jadi apapun mereka, ga masalah yang penting mereka punya ilmu agama dan berakhlakul karimah, InsyaAllah kalau dasar agamanya baik maka mereka akan selalu mengingat ilmu yang telah diberi
pewarta :Mukri
Editor: redaksi