![]() |
Foto : Wakil Ketua DPRD Lembata, Langobelen Gewura Fransiskus |
Lembata,wartapers.com - Wakil Ketua DPRD Lembata, Langobelen Gewura Fransiskus, mengharapkan Pemerintah Kabupaten Lembata untuk lebih optimal dalam mengelola potensi wisata guna meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Ia menyoroti sejumlah lokasi wisata yang terkesan kurang terurus dan belum dioptimalkan potensinya, sehingga berdampak pada minimnya kontribusi terhadap PAD.
"Pemerintah harus berpikir kreatif dan inovatif dalam mengelola aset-aset wisata yang ada," tegas Langobelen dalam wawancara eksklusif baru-baru ini. "Penataan yang tidak terencana dan kurangnya perawatan berpotensi menimbulkan citra buruk dan merugikan daerah."
Selain Taman Ria Swaolsa Tite yang terkesan ditelantarkan, Langobelen juga menyinggung sejumlah lokasi wisata lain yang perlu mendapat perhatian serius. "Bukit Cinta Lembata, Dapur Alam Atadei, Ile Werung, Pojok Cinta Balauring, pantai wisata Waijarang, dan Air Terjun Sabutobo, serta objek wisata lainnya yang menjadi aset Pemda Lembata, perlu ditata dan dikelola secara profesional," ujarnya.
Ia mempertanyakan mengapa potensi wisata yang begitu melimpah ini belum dioptimalkan untuk meningkatkan PAD. "Mengapa tidak ada aktivitas rutin dan pengelolaan yang baik di lokasi-lokasi wisata tersebut?" tanyanya retoris. "Padahal, jika dikelola dengan baik, potensi wisata ini bisa menjadi sumber pendapatan daerah yang signifikan."
Langobelen menyayangkan kurangnya perhatian terhadap potensi wisata ini. "Pemerintah seharusnya tidak hanya fokus pada satu atau dua lokasi wisata saja, tetapi harus memperhatikan semua potensi wisata yang ada secara merata," katanya. "Semua aset wisata ini harus dikelola secara terintegrasi dan berkelanjutan."
Minimnya PAD Lembata, bahkan dalam kondisi normal, semakin memperkuat argumen Langobelen. Efisiensi anggaran pemerintah pusat juga membuat daerah semakin terbatas dalam mengelola keuangan daerah.
"Dengan adanya efisiensi anggaran, kita harus lebih kreatif dalam mencari sumber pendapatan daerah," ujarnya. "Potensi wisata ini harus menjadi prioritas utama dalam upaya meningkatkan PAD."
Oleh karena itu, Langobelen mengharapkan pemerintah daerah untuk mengoptimalkan potensi wisata secara sistematis, masif, dan berkelanjutan. Hal ini, menurutnya, krusial untuk menambah pundi-pundi PAD dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Kita harus bergerak cepat dan terukur," imbuhnya. "Optimalisasi potensi wisata bukan hanya sekadar penataan fisik, tetapi juga perlu diimbangi dengan program-program yang menarik dan berkelanjutan agar bisa mendatangkan pengunjung dan meningkatkan pendapatan."
Langobelen juga menyarankan agar pemerintah melibatkan masyarakat dalam perencanaan dan pengelolaan potensi wisata. Partisipasi masyarakat, menurutnya, akan meningkatkan rasa memiliki dan keberlanjutan program.
"Jangan sampai potensi wisata yang sudah ada justru menjadi sia-sia karena kurangnya perawatan dan pengelolaan yang baik," katanya. "Kita perlu membangun sinergi yang kuat antara pemerintah dan masyarakat, termasuk melibatkan pelaku UMKM lokal."
Lebih lanjut, Langobelen berharap pemerintah daerah lebih memperhatikan aspek estetika dan kenyamanan di lokasi wisata. Lokasi wisata yang indah dan nyaman, menurutnya, akan lebih menarik minat pengunjung.
"Penataan wisata harus memperhatikan aspek keindahan dan kenyamanan agar masyarakat betah berlama-lama di sana," ujarnya. "Hal ini akan berdampak positif terhadap perekonomian daerah dan meningkatkan PAD."
Wakil Ketua DPRD ini juga menekankan pentingnya evaluasi berkala terhadap program pengelolaan potensi wisata. Evaluasi tersebut, menurutnya, penting untuk mengetahui sejauh mana keberhasilan program dan melakukan perbaikan jika diperlukan.
"Kita perlu melakukan evaluasi secara berkala untuk melihat sejauh mana efektivitas program pengelolaan potensi wisata," katanya. "Evaluasi ini akan menjadi dasar bagi kita untuk melakukan perbaikan dan penyempurnaan program."
Langobelen berharap pemerintahan Bupati Kanis Tuaq dan Wakil Bupati Muhamad Nasir dapat mengoptimalkan sumber daya yang ada, termasuk potensi wisata yang melimpah di Kabupaten Lembata. Dengan pengelolaan yang baik, ia optimistis PAD Lembata akan meningkat dan kesejahteraan masyarakat akan terangkat.
"Saya yakin, dengan optimalisasi potensi wisata yang terencana dan berkelanjutan, PAD Lembata akan meningkat dan kesejahteraan masyarakat akan terangkat," tutup Langobelen penuh harap. "Mari kita bersama-sama membangun Lembata yang lebih baik dan sejahtera."
Pewarta: sabatani
Editor: redaksi