Lembata, wartapers.com - Ad astra per aspera, demikian semboyan yang tampaknya dihayati oleh SD Inpres Luki di Desa Pantai Harapan, Kecamatan Wulandoni, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur. Sekolah dasar negeri ini, yang berdiri kokoh sejak 1986, telah melampaui perjalanan 39 tahun, menunjukkan komitmen teguh dalam mencerdaskan anak bangsa dan menjadi suar penerang di pelosok negeri.
Lebih dari sekadar lembaga pendidikan, SD Inpres Luki merupakan lambang keharmonisan dan toleransi. Berada di tengah masyarakat mayoritas Muslim, sekolah ini dipimpin oleh seorang kepala sekolah non-Muslim, Maria Mikaela Beka Udak, S.Pd.SD. Keunikan ini justru menjadi kekuatan, menciptakan lingkungan belajar yang menghargai perbedaan dan menumbuhkan sikap toleransi di antara siswa dan guru.
"Keberagaman di sekolah kami menjadi kekuatan. Siswa dan guru dari berbagai latar belakang belajar bersama, saling menghormati, dan membangun persaudaraan," ujar Maria Mikaela Beka Udak, S.Pd.SD., Kepala SD Inpres Luki, saat ditemui di ruang kerjanya.
Mikaela meriwayatkan, pada tahun ajaran 2024/2025, SD Inpres Luki menampung 58 siswa, yang terdiri dari 37 siswa laki-laki dan 21 siswi perempuan, dengan 11 tenaga pendidik dan kependidikan yang penuh dedikasi. Mereka terdiri dari enam guru kelas, seorang guru olahraga (PJOK), seorang guru agama Islam, seorang operator sekolah (OPS), dan seorang tenaga tata usaha.
Sejak menjabat sebagai kepala sekolah pada 18 Januari 2022, Maria Mikaela Beka Udak, S.Pd.SD., terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan di SD Inpres Luki. Kerja sama yang harmonis dengan berbagai pihak, termasuk komite sekolah, guru, dan Dinas Pendidikan, menjadi kunci keberhasilannya.
Mikaela mengatakan, sejak tahun pertama menjabat hingga saat ini, pembinaan yang terus dilakukan adalah selalu mengedepankan karakter dan budi pekerti. Hal ini diwujudkan dalam kebiasaan senyum, tegur sapa, bersikap ramah kepada siapa pun, serta membiasakan penggunaan kata-kata "minta tolong," "minta maaf," dan "terima kasih."
"Dari pembinaan ini, puji Tuhan, sudah mulai ada perubahan sikap dan karakter anak. Kepada para guru, ditekankan untuk menjadi contoh atau model dalam pembiasaan karakter kepada anak-anak," tuturnya.
Sementara itu, peningkatan mutu pendidikan di SD Inpres Luki, menurutnya, tetap berpedoman pada kurikulum satuan pendidikan yang dirumuskan bersama. "Berbagai program kurikuler dan ekstrakurikuler dirancang untuk mengembangkan potensi siswa secara holistik," tegas Mikaela.
Baginya, guru kelas dan guru mata pelajaran memiliki peran utama dalam mendesain pembelajaran yang sesuai dengan kurikulum. Satu hari dalam seminggu, tepatnya hari Sabtu, dikhususkan untuk kegiatan ekstrakurikuler yang dirancang guna pengembangan diri siswa. Olahraga, pramuka, pembinaan mental dan spiritual, serta pendidikan tentang pencegahan kekerasan menjadi bagian penting dari program ini.
Selain itu, menurut Putri Udak ini, dirinya bersama warga sekolah juga berupaya menciptakan lingkungan sekolah yang bersih, indah, sejuk, dan nyaman. Hal ini termasuk memperindah halaman sekolah dengan aneka tanaman buah-buahan, tanaman obat keluarga (TOGA), dan tanaman hias. Hasil panennya pun bermanfaat bagi warga sekolah dan masyarakat sekitar.
Ia menyadari bahwa meski memiliki keterbatasan sumber daya, hal itu tidak membuat warga sekolah patah semangat. Pembangunan kantin dan tempat parkir, misalnya, dilakukan secara swadaya oleh orang tua siswa dan guru.
"Kerja sama dengan berbagai pihak terus saya lakukan untuk mendukung berbagai aspek kehidupan sekolah. Termasuk program Sekolah Ramah Anak yang bekerja sama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak telah berjalan sejak tahun 2024," tuturnya.
Selain itu, dirinya juga menggagas kerja sama dengan Puskesmas setempat untuk memastikan kesehatan siswa tetap terpantau.
"Terbaru, SD Inpres Luki juga menjalin kerja sama dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah guna meningkatkan kemampuan literasi siswa," kata Mikaela.
SD Inpres Luki terus membuka pintu bagi kerja sama dengan pihak lain yang ingin berkontribusi untuk kemajuan sekolah. Sekolah ini tetap berkomitmen untuk memberikan pendidikan berkualitas bagi anak-anak.
Pewarta: Sabatani
Editor: redaksi