LEWOLEBA , wartapers.com - Bupati Lembata, P. Kanisius Tuaq, menyampaikan sambutannya pada Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrembang) RKPD Kabupaten Lembata Tahun 2026, di aula Anton Enga Tifaona, Rabu (26/3), mengungkapkan visi pembangunan daerah yang selaras dengan kebijakan Pemerintah Pusat dan Provinsi NTT.
Ia menekankan pentingnya pembangunan berkelanjutan yang berfokus pada ketahanan pangan, pendidikan, kesehatan, dan mitigasi perubahan iklim, serta memperkuat fondasi ekonomi dan sosial masyarakat Lembata.
Ada beberapa poin penting yang disampaikan Bupati pada musrembang kali ini, meliputi
ketahanan pangan sebagai prioritas. Bupati Lembata secara khusus menyorot program ketahanan pangan, menyatakan dukungan penuh terhadap program swasembada pangan Presiden Prabowo dan program makan gratis.
Ia menekankan pentingnya sinergi antara program nasional, provinsi, dan daerah untuk mencapai tujuan ini. Program One Village One Product (OVOP) juga diangkat sebagai strategi untuk meningkatkan perekonomian desa, mengajak kepala desa untuk aktif berpartisipasi dan memanfaatkan dukungan dari Kementerian Desa, UMKM, Koperasi, dan Bappenas.
Selain itu, Bupati juga menyoroti peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Di sektor pendidikan ini, Bupati menekankan pentingnya aksesibilitas dan kualitas pendidikan. Ia menyoroti perlunya peningkatan akses jalan dan transportasi menuju sekolah, serta peningkatan kualitas pengajar, sarana, dan prasarana pendidikan.
Sementara di bidang kesehatan, Bupati menyerukan inovasi di tingkat desa, kecamatan, dan kabupaten, mulai dari upaya preventif hingga pengobatan, dengan contoh penanganan stunting dan penyakit menular.
Untuk penguatan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja, Bupati menyadari tantangan pengangguran dan masalah buruh migran. Ia menekankan pentingnya program pekerja migran Indonesia (PMI) pasca-bayar dan pengembangan lapangan kerja dalam negeri.
Terhadap permasalahan ini, Pemerintah Kabupaten Lembata berkomitmen untuk memberikan jaminan kepada tenaga kerja melalui BPJS Ketenagakerjaan, fasilitasi pengurusan paspor, dan program lainnya. Selain itu, peningkatan PAD melalui investasi dan inovasi juga menjadi fokus utama untuk mengurangi kemiskinan.
Adapun tata kelola pemerintahan, Bupati menekankan pentingnya tata kelola pemerintahan yang baik dan transparan. Ia menyinggung tanggung jawab bersama dalam menjaga kebersihan lingkungan, mulai dari tingkat desa hingga kabupaten.
Sementara, penanganan masalah sosial seperti HIV/AIDS, kekerasan dalam rumah tangga, bunuh diri, dan penjualan alkohol ilegal, menurut Bupati akan menjadi perhatian serius pemerintah. Penggunaan dana desa juga akan diawasi secara ketat selama lima tahun ke depan, melibatkan APIP, Forkompimda, dan pemerintah kecamatan.
Adapun terkait Visi Pembangunan Lembata 2025-2030 dan Rencana Jangka Panjang, dijelaskan Bupati bahwa Visi pembangunan Kabupaten Lembata 2025-2030 adalah "Mewujudkan Lembata yang Maju, Lestari, dan Berdaya Saing."
Visi ini akan diwujudkan melalui enam misi, sembilan prioritas, dan 20 program unggulan. Untuk tahun 2026, tema pembangunan adalah "Penguatan Daerah Melalui Fondasi Transformasi Peningkatan Ketahanan Ekonomi, Sosial, dan Tata Kelola."
Menurut Bupati, rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) 2025-2045 akan difokuskan pada penguatan fondasi transformasi melalui keselarasan kebijakan pembangunan Provinsi NTT dan Nasional.
Terkait hal itu, ada delapan arah kebijakan pembangunan jangka panjang yang secara bertahap akan dikerjakan, meliputi pemenuhan layanan dasar, pembangunan infrastruktur, penguatan kelembagaan, supremasi hukum, ketahanan sosial budaya, pemerataan pembangunan, pembangunan ramah lingkungan, dan percepatan pembangunan daerah.
Hadir saat itu, Ketua dan anggota DPRD Lembata, unsur Forkopimda, para Asisten Sekda, Staf Ahli Bupati, para Kepala OPD, para Camat, tokoh masyarakat dan para pengusaha.
Pewarta; sabatani
Editor: redaksi