Notification

×

Iklan

Iklan

Bupati Lembata Serahkan Niat di Situs 7 Maret: Mengenang Sejarah dan Memohon Berkah

Kamis, 06 Maret 2025 | Maret 06, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2025-03-07T07:14:35Z

 


Lebatukan ,wartapers.com - Bupati Lembata, Petrus Kanisius Tuaq, mengunjungi Situs 7 Maret 1954 dalam sebuah agenda penuh makna pada Jumat, 7 Maret 2025. Kunjungan ini menjadi momen refleksi bagi pemerintahan yang baru berjalan, sekaligus bentuk penghormatan kepada leluhur dan para pejuang yang telah berjasa bagi daerah ini.


Dalam kunjungan tersebut, Bupati didampingi Wakil Bupati Lembata, H. Muhamad Natsir, serta sejumlah pejabat daerah, di antaranya Asisten I Iren Suciadi, Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan Don Lajar, Kepala Badan Kesbangpol Kanis Making, Kadis Kominfo Petrus Demong, Kadis Perpustakaan Ansel Bahy, Kadis Pariwisata Jack Wuwur, Kadis Pemuda dan Olahraga Apol Mayan, Sekcam Lebatukan Hans Pala, dan Kepala Desa Hadakewa K. Kewaman.


Momentum ini diawali dengan prosesi pemasangan dan pembakaran lilin, yang dilakukan oleh Bupati dan jajaran sebagai simbol harapan serta penghormatan kepada para leluhur. Suasana hening menyelimuti lokasi, menambah kekhusyukan dalam momen ini.


Selain membakar lilin, Bupati dan Wakil Bupati juga mempersembahkan siri pinang, rokok, serta doa sebagai bentuk sesajen kepada leluhur dan para pejuang. Persembahan ini melambangkan permohonan restu dan berkah bagi negeri Lembata, sekaligus sebagai ungkapan penyerahan diri dalam masa awal kepemimpinan lima tahun ke depan.


Bupati Petrus Kanisius Tuaq menegaskan bahwa kunjungan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bentuk penghormatan kepada sejarah dan cerminan kesadaran akan pentingnya nilai-nilai budaya dalam kepemimpinan. "Kita datang ke sini untuk mengenang dan mengambil hikmah dari para leluhur. Ini juga bentuk penyerahan diri agar Lembata senantiasa diberkati dan diberikan arah yang baik dalam lima tahun ke depan," ujarnya.


Wakil Bupati H. Muhamad Natsir turut menambahkan bahwa Situs 7 Maret adalah warisan sejarah yang harus terus dihormati dan dilestarikan. "Kita diingatkan bahwa setiap perjalanan kepemimpinan harus berpijak pada nilai-nilai budaya dan sejarah daerah ini," ungkapnya.


Sementara itu, Kadis Pariwisata Jack Wuwur menyampaikan bahwa dengan sendirinya, kunjungan seperti ini semakin memperkuat posisi Situs 7 Maret sebagai destinasi wisata budaya dan sejarah di Lembata. "Jika kita terus merawat dan memperkenalkan tempat ini, maka situs ini tidak hanya menjadi simbol sejarah, tetapi juga daya tarik wisata yang memiliki nilai spiritual dan ekonomi bagi masyarakat sekitar," katanya.


Sekcam Lebatukan, Hans Pala, juga menyampaikan apresiasinya terhadap Bupati dan rombongan dalam menghormati sejarah daerah. Menurutnya, kegiatan ini menunjukkan bahwa pemerintah daerah memiliki kepedulian terhadap warisan leluhur dan budaya lokal.


Setelah prosesi persembahan selesai, acara dilanjutkan dengan doa bersama. Seluruh rombongan dan warga yang hadir menundukkan kepala, memanjatkan harapan agar Lembata tetap diberkati dan pemerintahan berjalan dengan baik.


Kunjungan ini tidak hanya menjadi momen refleksi, tetapi juga pesan penting bagi generasi muda untuk selalu menghormati sejarah dan menjaga warisan budaya yang ada. Dengan demikian, Situs 7 Maret tetap menjadi saksi perjalanan Lembata dari masa ke masa.


Pewarta: sabatani

Editor: redaksi 

×
Berita Terbaru Update