Notification

×

Iklan

Iklan

Diseminasi Hasil Riset: Mengapa Partisipasi Pemilih di Pilkada Lembata 2024 Menurun?

Sabtu, 22 Maret 2025 | Maret 22, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2025-03-22T11:02:55Z

 


Lewoleba, wartapers.com – Partisipasi pemilih dalam Pilkada Lembata 2024 tercatat lebih rendah dibandingkan rata-rata nasional. KPU Kabupaten Lembata bersama LP2M UNDANA Kupang menggelar diseminasi hasil riset untuk mencari tahu penyebabnya. Beberapa faktor yang diduga berpengaruh antara lain minimnya keterlibatan pemilih muda, kendala geografis, serta efektivitas sosialisasi. Hasil riset ini diharapkan menjadi landasan perbaikan strategi dan kebijakan guna meningkatkan partisipasi pemilih pada pemilu mendatang.


Ketua KPU Lembata, Hermanus Haron Tadon, dalam acara yang digelar di Hotel Lembata Indah, Sabtu (22/03/2025), menegaskan bahwa Pilkada 2024 telah berlangsung sesuai aturan. Namun, tren penurunan partisipasi menjadi catatan penting yang perlu dievaluasi.


Dalam riset ini, KPU ingin memahami faktor-faktor yang memengaruhi partisipasi pemilih. Hermanus menyebutkan bahwa angka partisipasi dalam Pilkada Lembata 2024 lebih rendah dibanding Pemilu 2024, yang mencapai 72,7%.


Salah satu temuan riset mengindikasikan bahwa kurangnya keterlibatan pemilih pemula dan milenial menjadi faktor signifikan. Selain itu, kendala geografis dan aksesibilitas di beberapa wilayah juga turut memengaruhi partisipasi.


Kajian ini tidak hanya menyoroti partisipasi saat pemungutan suara, tetapi juga dalam tahapan lainnya, seperti kampanye dan sosialisasi. Hermanus menegaskan bahwa hasil riset ini akan menjadi dasar perbaikan regulasi dan strategi ke depan.


KPU Lembata berencana menyusun strategi berbasis riset untuk meningkatkan partisipasi pemilih, termasuk memperkuat sinergi dengan pemerintah, partai politik, dan organisasi masyarakat sipil.


Hasil riset juga menjadi evaluasi bagi KPU dalam merancang strategi komunikasi politik yang lebih efektif. Pendekatan berbasis data akan diterapkan untuk meningkatkan daya tarik kampanye, khususnya bagi pemilih muda.


Pemanfaatan media digital dan media sosial juga akan diperkuat agar pesan sosialisasi lebih mudah diterima oleh masyarakat luas, terutama generasi muda.


Sebagai langkah konkret, KPU akan mengadakan forum diskusi dan pelatihan bagi pemilih pemula serta bekerja sama dengan sekolah dan perguruan tinggi untuk membangun kesadaran demokrasi sejak dini.


Koordinasi dengan media massa juga akan ditingkatkan agar informasi terkait tahapan Pilkada dan pentingnya menggunakan hak pilih dapat tersampaikan dengan lebih luas.


Di akhir acara, Hermanus mengajak semua pihak untuk berkontribusi dalam penyempurnaan proses demokrasi di Lembata. KPU membuka ruang bagi ide, kritik, dan masukan demi pemilu yang lebih baik.


Dengan adanya kajian ini, diharapkan Pilkada dan Pemilu mendatang dapat berjalan lebih baik, serta angka partisipasi pemilih di Lembata meningkat secara signifikan.


Pewarta: sabatani

Editor: redaksi 

×
Berita Terbaru Update