Notification

×

Iklan

Iklan

DPRD NTT Dukung Program Quick-Win, Warga Flores Timur Siap Kerjakan

Jumat, 14 Maret 2025 | Maret 14, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2025-03-15T00:48:44Z

 


Flores Timur, wartapers.com – Ketua Komisi III DPRD NTT, Yohanes De Rosari SE menegaskan dukungannya terhadap program 100 hari pertama atau quick win Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, dan Wakil Gubernur, Johanes Asadoma. Hal ini disampaikannya saat reses di Desa Watuwara, Kecamatan Titehena, Kabupaten Flores Timur, Jumat (14/03/2025).


Reses yang dihadiri sekitar 250 warga, termasuk Kepala Desa Alexander Gena Teluma, aparat desa, BPD, dan tokoh masyarakat, berfokus pada paparan detail program 100 hari pertama Melki-Jhoni yang dirancang untuk memberikan dampak nyata bagi masyarakat NTT. Warga Flores Timur pun menyatakan kesiapan mereka untuk mendukung dan melaksanakan program tersebut demi kemajuan daerah.


De Rosari menjelaskan enam program prioritas yang menjadi landasan Melki-Johanes dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Salah satu fokus utama adalah percepatan penurunan angka stunting melalui penguatan Posyandu dan kader kesehatan.


"Anak-anak NTT adalah masa depan kita. Pencegahan stunting menjadi prioritas utama melalui deteksi dini, edukasi gizi, dan kampanye hidup sehat di Posyandu," tegas politisi Partai Golkar ini.


Ia menambahkan, Pemerintah dan DPRD NTT akan berkolaborasi dengan Kementerian Kesehatan RI dan lembaga non-profit untuk menyelenggarakan pelatihan bagi kader kesehatan. Pelatihan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader dalam mencegah serta mengintervensi stunting.


"Kami berharap program ini dapat menjadi pilot project tingkat nasional," harap De Rosari.


Selain itu, program 100 hari lainnya adalah "Gerakan Beli NTT" untuk mendorong konsumsi produk lokal dan memperkuat ekonomi desa. Program ini akan melibatkan kolaborasi antara pemerintah dan swasta untuk menciptakan pasar yang stabil bagi produk lokal, sehingga produsen dapat fokus pada peningkatan produksi dan pengembangan usaha.


Program "Satu Desa Satu Produk" (One Village One Product atau OVOP) juga akan diakselerasi untuk mengembangkan potensi unggulan setiap desa. BUMDes dan koperasi akan berperan sebagai penggerak utama, didukung oleh pelatihan dan pendampingan guna meningkatkan keterampilan manajemen usaha, serta pengembangan infrastruktur pendukung produksi, pasca-produksi, dan pemasaran.

De Rosari turut menegaskan pentingnya pendidikan sebagai pilar kemajuan daerah. Ia menyatakan komitmennya untuk mendampingi siswa berprestasi di NTT agar dapat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi dan sekolah kedinasan unggulan.


Selain itu, program pengurangan utang daerah sebesar Rp1,3 triliun dan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui sektor pariwisata dan perikanan juga menjadi perhatian serius. Upaya menarik investor untuk berinvestasi di NTT turut didorong guna mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah.


Menurut De Rosari, DPRD NTT berkomitmen mengawal pelaksanaan program-program tersebut melalui tiga fungsi utama, yaitu legislasi, pengawasan, dan anggaran.


Fungsi legislasi bertujuan menciptakan peraturan daerah yang mendukung program pembangunan.

Fungsi pengawasan memastikan seluruh kebijakan dan program pemerintah berjalan sesuai dengan perencanaan dan kebutuhan masyarakat.

Fungsi anggaran bertujuan memastikan alokasi dana dilakukan secara efektif dan tepat sasaran.


"Kami akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk memastikan setiap program berjalan optimal dan bermanfaat bagi masyarakat," ujarnya.


Selain memaparkan program quick win Melki-Johanes, De Rosari juga menjelaskan secara gamblang tugas dan fungsi DPRD, antara lain sebagai representasi masyarakat dalam memperjuangkan aspirasi dan kebutuhan warga di lembaga legislatif.


Warga Watuwara menyambut antusias reses ini dan berharap program quick win tersebut dapat segera direalisasikan untuk kemajuan desa. De Rosari menanggapi aspirasi tersebut dengan komitmen memperjuangkan kebutuhan masyarakat di DPRD NTT. Ia menegaskan bahwa reses merupakan wadah penting untuk menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat ke sidang DPRD.


"Keberhasilan program-program ini bergantung pada kolaborasi pemerintah, DPRD, dan masyarakat. Tanpa dukungan bersama, upaya pembangunan tidak akan maksimal," tutupnya.


Pewarta: Sabatani

Editor; redaksi 

×
Berita Terbaru Update