Notification

×

Iklan

Iklan

Empat Bulan Tanpa Solar Subsidi, SPBU 5686201 Andalkan Pertamax dan Dexlite

Minggu, 09 Maret 2025 | Maret 09, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2025-03-10T05:33:37Z


Lembata ,  wartapers.com -  Sudah empat bulan terakhir, SPBU 5686201 yang dikelola PT. Hikam Lamahora di Lembata mengalami kekosongan stok solar subsidi. Kondisi ini disebabkan belum diterimanya kitir atau surat pengambilan dari pihak pusat sejak November 2024. Situasi tersebut tidak hanya menyulitkan operasional SPBU, tetapi juga berdampak pada masyarakat yang bergantung pada solar subsidi. Pihak SPBU berharap pemerintah segera mengambil langkah untuk memastikan kelancaran distribusi BBM subsidi, sementara pengecer diimbau tetap menjaga harga agar tidak memberatkan masyarakat.


"Kami tidak tahu alasan pastinya kenapa kitir belum juga keluar. Sejak November kami sudah menunggu, tetapi belum ada kejelasan dari pusat," ujar Iwan, Administrator SPBU 5686201, Senin (10/3).


Sebagai solusi sementara, SPBU ini mengandalkan penjualan BBM non-subsidi, yakni Pertamax dan Dexlite. Menurut Iwan, pengambilan Pertamax biasanya sebanyak 5 kiloliter (KL) dalam sekali pengambilan. Sebelum adanya kendala di SPBU Tanah Merah, stok 5 KL Pertamax biasanya tidak habis dalam sehari. Namun, belakangan ini, akibat kendala tersebut, antrean di SPBU 5686201 meningkat drastis.


"Biasanya 5 KL itu habis dalam sehari, bahkan kadang sebelum pukul 12.30 siang sudah ludes. Apalagi belakangan ini, karena SPBU lain di kabupaten ini mengalami kendala, sehingga banyak yang antre di sini. Bahkan, beberapa hari terakhir, stok 5 KL bisa habis sebelum pukul 10 pagi," jelasnya.


Untuk mempercepat pelayanan, pihak SPBU telah membagi nosel (selang pengisian) agar lebih tertib. "Nosel sudah kami bagi, satu untuk kendaraan dan satunya lagi untuk pengisian lainnya. Jadi, lebih tertib dan aman," tambah Iwan.


Saat ini, harga Pertamax di SPBU tersebut berada di angka Rp12.900 per liter, sedangkan Dexlite seharga Rp14.300 per liter. Iwan menjelaskan bahwa harga BBM non-subsidi dapat berubah setiap pergantian bulan sesuai dengan kebijakan pemerintah.


Meski stok solar subsidi kosong, Iwan memastikan bahwa pelayanan pengisian BBM non-subsidi tetap berjalan lancar. "Untuk non-subsidi, pengisian tetap berjalan lancar. Kendala lebih kepada solar subsidi yang memang sudah empat bulan kosong," ujarnya.


Ia juga berharap pemerintah lebih aktif memantau dan memastikan distribusi BBM subsidi agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi. "Kami berharap ada perhatian dari pemerintah supaya distribusi BBM subsidi bisa kembali normal," tambahnya.


SPBU 5686201 saat ini mempekerjakan 38 orang karyawan yang berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, meski di tengah keterbatasan stok BBM subsidi.


Pewarta: sabatani

Editor: redaksi 

×
Berita Terbaru Update