Notification

×

Iklan

Iklan

Misteri Kematian Regina di RSUD Lewoleba: Kenapa Klarifikasi Ditunda? Ada Apa?

Sabtu, 08 Maret 2025 | Maret 08, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2025-03-09T01:46:34Z

 


Lembata , wartapers.com – Siprianus Tua Betekeneng, kakak dari Regina Wetan (31), mempertanyakan kejanggalan dalam kasus kematian adiknya setelah menjalani operasi caesar di RSUD Lewoleba. Ia menyoroti sikap pihak rumah sakit yang menunda klarifikasi hingga Senin (10/3/2025), padahal keluarga ingin segera mengetahui penyebab pasti meninggalnya Regina.


"Kejanggalan semakin kuat karena pihak yang bertanggung jawab menunda penjelasan dalam waktu cukup lama. Ada apaan tuh? Tinggal dijelaskan, cairan apa yang disuntikkan, untuk keluhan sakit apa, siapa perawat yang menyuntik, dan siapa dokter yang memberi resepnya," ujar Sipri saat dikonfirmasi via WhatsApp, Sabtu (8/3/2025).


Sebelumnya, adik korban, JB (19), mengungkapkan bahwa pascaoperasi, kondisi Regina baik dan masih sempat berbicara dengan keluarga. Namun, setelah menerima suntikan cairan dari petugas medis, ia tiba-tiba mengalami mual hebat sebelum akhirnya meninggal dunia. Keluarga pun mempertanyakan jenis cairan yang diberikan dan apakah prosedurnya sudah sesuai standar medis.


Sipri Betekeneng juga menilai sikap rumah sakit yang menunda penjelasan justru semakin menimbulkan tanda tanya. "Kenapa harus menunda sampai hari Senin? Ada apa sebenarnya? Apakah sutradaranya masih mengatur skenario untuk para pemerannya?"


Sementara itu, Ketua Komisi Ombudsman NTT, Darius Beda Daton, yang dikonfirmasi terpusah terkait kasus ini menyatakan telah menerima penjelasan dari Direktur RSUD Lewoleba, dr. Yosep Paun yang mengatakan pihak rumah sakit masih menyusun kronologi kejadian dan telah menjadwalkan Rapat Medis Profesional (RMP) dan akan menhelaskannya pada hari Senin. 


Kasus ini ramai diperbincangkan di media sosial. Banyak warganet yang mendesak pemerintah daerah turun tangan. "Jika benar korban menolak obat itu sebelum disuntik, ini bisa masuk kategori malpraktik atau bahkan lebih dari itu," tulis salah satu komentar netizen yang mendapat banyak respons.


Sipri menegaskan bahwa kasus ini harus ditangani serius dan transparan. "Sebelum injeksi, harus ada penjelasan ke pasien dan keluarga, termasuk potensi alergi atau efek sampingnya. Beberapa kasus kematian ibu pasca injeksi obat sudah pernah terjadi. Ini tidak boleh dianggap remeh," tegasnya.



Keluarga korban masih menanti klarifikasi resmi dari RSUD Lewoleba, sementara publik terus bertanya: apakah ada yang sedang mengatur narasi sebelum fakta sebenarnya terungkap?


Pewarta: Sabatani

Editor: redaksi 

×
Berita Terbaru Update