Notification

×

Iklan

Iklan

Parade Musikal Kesenian Budaya Hadir Di Sampang, Berikut Tanggapan Budayawan Asal Pulau Garam

Minggu, 30 Maret 2025 | Maret 30, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2025-03-30T08:04:48Z


Sampang, wartapers.com - Parade musikal kesenian tradisional daerah Daul Combodug akan segera hadir di penghujung bulan ramadhan lebih tepatnya malam takbir Idul Fitri 1446 H / 2025 masehi. Minggu 30/03/2025.


Momen tahunan ini begitu antusias ditunggu masyarakat , apalagi acara kegiatan yang salah satu menjadi sebuah ajang tradisi, dimana tradisi ini adalah suatu bentuk utama mempertahankan seni budaya tradisional yang terlahir secara turun temurun jadi kebanggaan masyarakat Madura Sampang lebih tren disebut ” Daul Combodug ” .


Festival lomba musik tradisional ini akan segera hadir untuk menghibur warga Sampang akan diselenggarakan. Bersama Bupati dan Wakil Bupati Sampang H. Slamet Junaidi dan H. Ahmad Mahfudz periode 2025 -2030 telah memberikan kesenangan dengan suguhan hiburan malam takbir dibulan ramadhan.


Melalui Pemerintah Kabupaten Sampang dengan memetik tagline ” Dumalem e Sampang” dalam artian ” Dua Hari di Sampang”. Acara yang di tunggu oleh warga setempat kini akan hadir selama dua hari Sabtu-Minggu 5-6 April. Rutinitas setiap tahun jelang ramadhan tak menjadikan tradisi ini akan terkikis zaman dan tetap mempertahankan ciri khas kesenian budaya musik tradisional masyarakat Madura.


Dengan alat musik tradisional (sederhana) yang dimainkan mampu memikat telinga masyarakat, lebih mengenal publik musik Daul Combodug ini juga memiliki ciri yang setiap regu (peserta) mempunyai banyak keunikan diantara lain , alat yang dimainkan banyak dan bermacam-macam jenisnya , personil kurang lebih 25 orang, setiap grub mengarak sambil berjalan dari start menuju finis .


Yang menjadi perhatian positif di festival musik kesenian budaya ini , dekorasi yang dihiasi gemerlapan lampu hias sembari diiringi musik dengan pukulan keras yang terdengar ditelinga penikmat musik kini sangat mendominan terdengar seruling, gendang, klenang ( peking) dan ditambah alat musik modern seperti bol, bassoka dan terompet.


Sebagai pengamat musik tradisional yang ahli atau Budayawan , Abul Bahri menyampaikan serta memberikan sedikit informasi mengenai silsilah musik tradisional ini. Komposisi paduan alat musik modern dan tradisional kini tetap menjaga ciri khas untuk menghasilkan sebuah lantunan musik.


” Yang menjadi ciri khas dalam musik ini yaa dari segi musik terutama , alat musik juga menjadi dominasi perpaduan dua jenis alat musik Tradisional dan Modern, semisal Klenang atau peking yg fungsinya sebagai melodi, Gong, kenung (bonang), rebana (tramtam), kendang, sronen, itu termasuk modern, Di tambah alat2 kolaborasi modern seperti bol, bassoka, juga trompet, nah melalui alat itu musik ini menciptakan ciri khas sendiri yang pastinya banyak dikenal oleh masyarakat lokal bahkan internasional,”. ujar Abul dengan tegas. Minggu 30/03/2025.


Parade Daul Combodug tahun 2025 yang akan dilepas dari Alun-alun Trunojoyo ( start) sampai Ke Monumen Trunojoyo ( finis) tepatnya pada Sabtu-Minggu jam 19.30 sampai selesai


Mengenai garapan setiap Acsesoris , Abul masih menjelaskan bahwa setiap garapan tidak harus memilih tema yang berkarakter melainkan tetap fokus di ciri khas dan tema garapan sesuai nama daulnya.


” Iya setidaknya punya ciri khas..Juga ada tema garapan yg sesuai dengan nama daoulnya atau disebut Acsesoris” ungkap Budayawan tersebut.


Abul juga menambah dengan adanya acara yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Sampang, dengan memetik tagline ” Dumalem e Sampang” bisa memberikan manfaat yang positif tidak ada lain tujuannya hanya menghibur.


” Adanya kegiatan ini, semoga bisa berikan hal positif, karena ini juga sebagai seni budaya asli Madura jangan sampai punah , tetap lanjutkan produk asli seni musik tradisional Madura hingga banyak dikenal di manca negara, terimakasih kepada pemerintah kabupaten Sampang atas suguhan ini , semoga berjalan lancar dan tidak ada hal yang berbau negatif karena niat kita untuk melestarikan seni budaya dan hiburan ,” ujarnya.


 


Redaksi 

 

×
Berita Terbaru Update