Notification

×

Iklan

Iklan

Wisata Batu Payung Lembata: Harmoni Laut, Gunung, dan Alam yang Memukau

Senin, 24 Maret 2025 | Maret 24, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2025-03-25T05:34:13Z

 



Lembata,wartapers.com. - "Sekali merengkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui." Jika Anda berkunjung ke Lembata, sempatkanlah waktu untuk menikmati keindahan Wisata Batu Payung di Teluk Waienga. Destinasi ini bukan hanya menawarkan hamparan laut biru yang menenangkan, tetapi juga panorama megah Gunung Ile Ape di utara serta Gunung Uyelewun yang menjulang di timur, berpadu dengan keunikan batu karang berbentuk payung. Dengan akses yang mudah—hanya 15 menit berkendara dari Lewoleba, ibu kota Kabupaten Lembata—wisata ini menjadi pilihan sempurna bagi pencinta alam dan petualangan.


Terletak di Desa Baopana, Kecamatan Lebatukan, Wisata Batu Payung terus dikembangkan agar menjadi daya tarik utama bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Pemerintah desa di bawah kepemimpinan Kamilus Yeremias Lodan telah mengalokasikan dana desa serta insentif khusus untuk meningkatkan fasilitas dan kenyamanan pengunjung. Sejak grand launching pada 12 November 2024, destinasi ini telah menyedot ribuan wisatawan yang ingin menikmati pesona alamnya.


Selain menawarkan pemandangan yang menakjubkan, Batu Payung juga menghadirkan pengalaman berenang di laut jernih sambil menikmati keindahan terumbu karang di sekitarnya. Fasilitas yang tersedia di lokasi pun cukup lengkap, mulai dari area kuliner, lopo-lopo tempat bersantai, spot foto Instagramable, hingga sarana pendukung seperti MCK dan sumber air bersih yang mengalir 24 jam.


Dengan harga tiket masuk yang sangat terjangkau—hanya Rp1.000 per orang, sementara kendaraan roda dua dikenakan Rp2.000 dan roda empat Rp5.000—Wisata Batu Payung menjadi destinasi yang ramah di kantong sekaligus memanjakan mata.


Agar tetap terjaga dan berkembang, Wisata Batu Payung saat ini dikelola oleh enam anggota Karang Taruna Desa Baopana. Mereka bertugas memastikan kebersihan, keamanan, serta kenyamanan pengunjung. Namun, dalam waktu dekat, pengelolaan ini akan dialihkan ke Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) agar lebih profesional dan mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat setempat.


Sejak dibuka untuk umum, antusiasme wisatawan sangat tinggi. Data yang dilaporkan ke Dinas Pariwisata Kabupaten Lembata menunjukkan bahwa jumlah pengunjung terus meningkat. Pada Januari 2025, tercatat sekitar 7.000 wisatawan datang menikmati keindahan Batu Payung. Angka ini diperkirakan akan terus bertambah seiring dengan promosi yang lebih luas dan peningkatan fasilitas.


Pemerintah Desa Baopana berharap, dengan semakin dikenalnya Wisata Batu Payung, lebih banyak pihak yang tertarik untuk berinvestasi atau berkolaborasi dalam pengembangannya. Selain sebagai destinasi rekreasi, desa juga ingin menjadikan wisata ini sebagai pusat pemberdayaan masyarakat, di mana warga setempat bisa mendapatkan manfaat langsung, baik melalui pengelolaan wisata, usaha kuliner, penyewaan peralatan snorkeling, hingga jasa pemandu wisata.


"Kami ingin Batu Payung bukan sekadar tempat berwisata, tetapi juga sumber pendapatan bagi warga. Harapannya, pemerintah kabupaten, LSM, hingga investor bisa ikut berkontribusi dalam pengembangan lebih lanjut," ujar Kamilus Yeremias Lodan, Kepala Desa Baopana, belum lama ini.


Dengan pengelolaan yang semakin baik dan dukungan dari berbagai pihak, Wisata Batu Payung diharapkan menjadi ikon pariwisata unggulan di Lembata, yang tidak hanya menarik wisatawan domestik, tetapi juga mancanegara.


Jadi, jika Anda berkunjung ke Lembata, jangan lewatkan kesempatan untuk menikmati keindahan Batu Payung!


Pewarta: sabatani

Editor: redaksi 

×
Berita Terbaru Update