![]() |
Foto: Daun muda pada pohon Siwalan bisa dijadikan sebagai bahan membuat ketupat. |
Artikel, wartapers.com - Lebaran ketupat menjadi salah satu tradisi turun-temurun yang saat ini masih berjalan di wilayah Madura Jawa Timur khususnya umat Islam yang akan berlangsung rayakan usai lebaran Idul Fitri 1446 H /2025 M. Sabtu 05/04/2025.
Perayaan hari raya lebaran Ketupat yang akan dilaksanakan nanti pada Senin, 07/04/2025. Sebelum tradisi ini dimulai sudah banyak masyarakat mulai ngeluruk pasar tradisional yang ada di kota Sampang , terutama Pasar Srimangunan yang terletak di pusat kota Kabupaten Sampang ini kini tengah mulai di padati konsumen.
Yang menjadi incaran utama dalam tradisi ini janur, yaa dimana janur adalah daun muda dari tumbuhan kelapa yang akan digunakan sebagai bungkusan pada ketupat yang diisi beras , tak hanya itu saja ,selain daun muda pada pohon kelapa yang kerap dipakai dalam tradisi lebaran ketupat , warga juga bisa membungkus ketupat dengan menggunakan janur Pohon Siwalan atau sering dikenal dengan Pohon Lontar ( Ta’al).
Dengan dua jenis dari pohon itulah masyarakat mulai berburu untuk memperingati jelang hari Raya Ketupat nanti, sehingga para pembeli juga tidak banyak yang tau jenis pohon apa saja yang bisa dijadikan sebagai bahan dasar pembungkus pada ketupat , seperti yang di sampaikan oleh Hamid warga Sampang ia menjelaskan dan untuk meminimalisir pasokan janur yang mulai menipis, adanya juga jenis bahan lain yang bisa digunakan sebagai bungkus ketupat.
” Ini juga wajib tau kepada semua masyarakat , mereka kan banyak yang berburu Janur Kelapa sebagai bungkus ketupat, memang janur ketupat itu lebih bagus, tekstur juga lebih lembut dan enak dilihat mata, hanya untuk meminimalisir adanya stok takut banyak yang tidak kebagian, masyarakat juga wajib tau selain bahan daun muda pada kelapa yang digunakan ada juga daun muda Pohon Siwalan atau Pohon Lontar , daun Pandan itu juga bagus dan harganya juga lebih ekonomis,” ungkap Hamid . Sabtu 05/04/2025.
Momen tiap tahun ini tetap berjalan dengan lancar, sehingga pasokan janur tidak banyak dan masyarakat sendiri bisa memanfaatkan dengan bahan dasar lain sebagai bungkus ketupat , meskipun harga kini melonjak namun tradisi ini tetap dilaksanakan karena ini sudah menjadi tradisi tahunan.
” Harga janur yang saya jual mulai dari Rp 25 ribu, Rp 35 ribu , hingga Rp 50 ribu per ikat, tapi meskipun demikian kita tetap beli karena ini kan sudah termasuk tradisi tahunan, ya semoga kita baik pembeli dan penjual dapatkan berkahnya lebaran ketupat ini, ” tukas pembeli tersebut.
Red